|
Sesungguhnya
Sebenarnya hati ini cinta kepada Mu Sebenarnya diri ini rindu kepada Mu Tapi aku tidak mengerti Mengapa
cinta masih tak hadir Tapi aku tidak mengerti Mengapa rindu belum berbunga
*Sesungguhnya walau ku kutip Semua
permata di dasar lautan Sesungguhnya walau ku siram Dengan air hujan dari tujuh langit Mu Namun cinta tak kan hadir Namun
rindu takkan berbunga
Ku cuba menghulurkan Sebuah hadiah kepada Mu Tapi mungkin kerana isinya Tidak sempurna
tiada seri
Ku cuba menyiramnya Agar tumbuh dan berbunga Tapi mungkin kerana airnya Tidak sesegar telaga kauthar
*
Jika tidak mengharap rahmat Mu Jika tidak menagih simpati Pada
Mu ya Allah
Tuhan hadiahkanlah kasih Mu kepadaku Tuhan kurniakanlah rinduku kepada Mu Moga ku tahu Syukur
ku hanyalah milik Mu
Senyum
Manis
wajahmu kulihat di sana Apa rahsia yang tersirat Tapi zahirnya dapat kulihat Mesra wajahmu dengan senyuman
Senyuman...
senyuman Senyum tanda mesra Senyum tanda sayang Senyumlah sedekah yang paling mudah Senyum di waktu susah Tanda
ketabahan Senyuman itu tanda keimanan Senyumlah 4x
Hati yang gundah terasa senang Bila melihat senyum hatikan
tenang Tapi senyumlah seikhlas hati Senyuman dari hati jatuh ke hati
Senyumlah senyumlah Senyumlah seperti
Rasulullah Senyumnya bersinar dengan cahaya Senyumlah kita hanya kerana Allah Itulah senyuman bersedekah
Senyumlah
4x Itulah sedekah yang paling mudah Tiada terasa terhutang budi Ikat persahabatan antara kita Tapi senyum jangan
disalah guna Senyumlah 4x
Odei Anak
Odei anak nokeilah ko idaah Nasusah mati yama no megentian dika Odei anak nokeilah ko idaah Nasusah tomod yamamu minaganak dika
Namun kelahiranmu adalah penghibur hati
Dibelai dan di manja setiap hari
Di malam hari tidur tak berwaktu
Tapi tak mengapa kerna kau disayangi
Wahai anak apakah kau mengerti Betapa deritanya Ibu
yang mengandung Aduhai anak apakah engkau tahu Alangkah deritanya ibu melahirkanmu
Hari-hari sudah pun berlalu Usiamu
makin bertambah Seorang ibu sudah semakin tua Namun terus berkorban untuk sesuap rezeki Agar sempurna hari depanmu
Kini
kau dewasa, ibumu telah pergi Waktu yang berlalu seakan memanggil Sudahkah kau curahkan kasih sayangmu Apakah terbalas
segala jasanya Syurga itu di bawah tapak kakinya
Hanyalah anak-anak yang soleh Bisa memberikan kasih sayangnya Hanyalah
anak-anak yang soleh Bisa mendoakan hari akhiratmu
|